Aku ga kan pernah bisa…
Mencintaimu lagi.
aku hanya dendam……..
Aku ga kan pernah bisa…
Mencintaimu lagi.
aku hanya dendam……..
Mungkinkah aku akan menikah dengan perempuan ini?
Aku dendam Banget……..
“gak tahu kenapa aku jadi kayak gini”
“Beri aku waktu 1 bulan”
“Aku taku”
“Aku ga bisa”
“Mungkin kita tidak usah komunikasi 5 bulan aja dulu”
“terserahlah, embohlah”
_______________________________________________
Ga tahu apakah ini salah atau benar, tapi aku dendam sama kamu….
“Aku hanya bisa menerka
pada sketsa malam”
“Suatu hari, kau akan mengerti
Tentang cinta yang lain. Tetapi juga tentang kesetiaan yang tak pasti”
Terahkir kulihat kau menangis untuk cinta, dulu ketika temaram kotamu berarti deru bus yang siap membawaku ke Jakarta. Memang tak ada yang tergetar, selain kamu (mungkin) dan aku hanya kagum dengan besarnya cintamu. Seperti biasanya, sepuluh menit pertama aku merasa kehilangan, terutama kehangatan. setelah itu aku terlelap dan kemudian esoknya dijakarta, aku harus bekerja lagi.
Tapi beberapa minggu ini, aku merasakan lain, air mata yang diam-diam kutunggu ketika aku berangkat, absent. Suaramu wajar, tak mengesankan kehilangan apapun. Gaya bicara dan semua yang ada pada dirimu berubah perlahan. Aku memastikan kau telah meninggalkan aku. Aku adalah suara yang mengabur bersama tumpukan album-album foto dikamarmu yang semakin hari semakin tertindih buku-buku kuliahmu.
Sebuah perubahan, dan yang tertinggal disana adalah sesuatu yang retak, mungkin juga patah. Aku tak tahu apa yang bisa kulakukan sekarang, yang jelas kesendirianku kian tegas, aku seperti garis hitam yang tersesat dikertas putih.
Tetap mengharapkan kamu berarti menyiksa hidupku, meninggalkan kamu berarti mengakhiri “kemapanan” ini. Aku memang tak bisa menjanjikan apapun untukmu bahkan cinta yang tulus sekalipun. Tapi mendengar nada suaramu, aku tahu, aku harus segera bergegas dan berpikir lain. Tapi untuk apa? Tidak bisakah ini diperjuangkan? Sekali lagi!
Dan aku ingin bertarung untuk semua ini, aku harap menang. Dan kamu adalah hadiah kecil yang akan kubawa pulang. Dan akan kusandingkan hadiah itu dekat retakan hatiku, nanti.